Tags

, , , , , , , , ,

Artikel ini juga bisa Anda download GRATIS dengan menclick tautan dibawah ini

DOWNLOAD DISINI

Ada apa dengan menulis ?
Mengapa tidak divisualisasikan saja ?
Masih ada beberapa pertanyaan lagi yang disampaikan kepada saya ketika saya memberikan beberapa tips me remove believe negative, dan saya menyuruh mereka menuliskan apa yang mereka lakukan.

MENULIS
Menulis adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh semua orang ( saya asumsikan Anda yang membaca blog ini pasti bisa menulis ).  Ketika kita menuliskan sesuatu, pikiran kita akan terfokus pada apa yang akan kita tuliskan. Saat itu terjadi maka ego state kita yang bermasalah (vaded/retro/malevolent) bisa muncul bergandengan dengan state kreatif, atau state yang lainnya. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk mengekspresikan perasaan negatif / state yang vaded kita.

Memang tidak semua orang gemar menulis, tetapi ada banyak orang juga yang sulit mengekspresikan perasaannya dengan berkata-kata. Justru dengan menuliskannya, semua perasaan yang ada bisa tercurahkan. Kita bisa melihat dan merenungkan disekitar kita, ada orang yang cendrung introvet. Kesehariannya lebih banyak diam. Jika didalam suatu kelompok dia cendrung pasif berkomunikasi, walaupun tetap terlibat dalam kegiatan kelompok. Walau kelihatannya diam, tetapi sebenarnya didalam dirinya, mini personalitynya / egostatenya mampu bercakap-cakap dengan jelas. Saya terkejut ketika kuliah, saya memiliki seorang teman seangkatan yang  cendrung diam. Jika tidak diajak bicara, dia akan tetap diam. Kebetulan saya aktif di majalah kampus dan saya menerima artikel dari rekan saya tersebut. Wow ! konten tulisannya benar-benar berkualitas. Kualitas tulisannya sama berkualitasnya dengan orang lain, dan ia bisa mengepresika dengan bagus pendapatnya.

Dari beberapa kejadian serupa yang ada di sekitar saya ( dan saya termasuk yang pernah mengalaminya ) serta setelah saya belajar egostate terapi, maka tercetuslah ide terapi lewat tulisan ini.

METODE TERAPI
Didalam egostate terapi, egostate yang vaded / terluka / beremosi negatif, bisa mengekspresikan perasaannya kepada state lain atau introject. Kemudian setelah ekspresi dilakukan removal, dan relief.

Kegiatan ini seperti kita menulis surat pada seseorang ( saya sebut dg istilah introject )

Saat hati anda gundah gulana / galau / ada sesuatu yang mengganjal, perbesarlah perasaan itu.  Bayangkan/ rasakan/dengarkan, bagaimana jadinya bila perasaan itu berlangsung seumur hidup Anda…. betapa tidak mengenakan bukan ? Ijinkan, niatkan, harapkan perasaan ini muncul
Lalu ambilah secarik kertas putih dan alat tulis , mulailah dengan menuliskan nama perasaan tersebut diujung kanan atas kertas tersebut. Misal : Sang Sedih, Si Gundah, Galau, dsb. Kemudian curahkan perasaan itu diatas kertas tadi. Katakan semuanya, puaskan diri Anda untuk menuliskan semua uneg-uneg dalam hati Anda. Anda bebas melakukannya. Kalau perlu buatlah gambar-gambar yang mengekspresikan perasaan anda. Jika anda perlu kertas lagi, ambilah kertas lagi dan ekpresikan sampai habis.

Contoh ( ekpresi duka seorang anak pada ayahnya yang sudah tiada beberapa tahun lalu ):
” Papa, kenapa papa koq sakit sih. Aku jadi sedih ketika papa tidur tak berdaya di rumah sakit. Aku merasa gak berdaya karena aku masih kecil. Gimana dengan masa depan kami………. ” dan seterusnya

Setelah selesai menuliskan semuanya. Lakukan removal pada orang atau apapun yang Anda kirimi tulisan tadi. Caranya, Lipat surat Anda tadi, lalu pejamkan mata sejenak. Bayangkan/rasakan, surat ini melayang lalu sampai di orang yang Anda tuju. Kemudian biarkan dia membacanya beberapa saat. Setelah itu, mintalah orang/sesuatu  tersebut “pergi” dari hadapan anda, meninggalkan anda. Anda bisa memintanya pergi, mempersilahkan pergi, atau membuat bayangannya menjadi kecil menjauh dan menghilang. Kuasa ada di tangan anda.

Setelah benar-benar menghilang, lakukan relief emosi.

Caranya, rasakan perasaan/bagian lain yang lebih bijak, dewasa, dan mau mengasuh/mengayomi, menghibur.Ingatlah suatu kejadian dimana perasaan ini muncul. Ambil secarik kertas lagi. Tuliskan,  kepada yang tercinta…. ( nama perasaan negative yang mengekspresikan perasaannya tadi / vaded). Lalu tuliskan siapa pengirimnya, misal Dari Cinta / Bijak / Sayang / Dewasa / Mantab / Hepi / Gembira, dll
Kemudian tulislah kata-kata yang medukung, menghibur, menguatkan si Vaded. Contoh , ” Hai Sedih, namaku Hepi. Aku sayang kamu, dan aku inginberbagi semangat denganmu. Aku akan berada di sampingmu, menemanimu, mendukungmu, menceriakan kamu, …………….dst ”

Lakukan check pada vaded dengan cara merasakannya apakah perasaan yang tadinya negative, apakah  sudah menjadi netral atau bahkan positive ?

Jika perasaan vaded sudah normal /netral lakukan ganti nama, caranya ambil kertas lagi dan tulis dengan besar, misal : SEDIH SUDAH BERGANTI NAMA MENJADI TEGAR, dan tuliskan pemahaman baru yang sudah Anda dapatkan, misalnya : Papa sudah dipanggil Tuhan, inilah jalan yang baik bagi semuannya, dan saya merelakan papa kembali ke Surga bersama Tuhan

Lalu tutuplah dengan doa syukur pada Tuhan.

Anda bisa memanggil perasaan-perasaan positif yang muncul tadi kapanpun anda perlu dukungan, dan lihatlah bagaimana ajaibnya perasaan kita bekerja.

Rasakan kini perubahan poitif di diri Anda, dan Anda semakin siap dan berkualitas dalam menjalani kehidupan Anda

Advertisements